Pages

Kamis, 03 November 2011

Pengenalan LAN (Local Area Network)

Local Area Network adalah jaringan komunikasi yang menghubungkan berbagai peralatan komunikasi pada lingkup area yang terbatas. Pada jaringan LAN, data di-broadcast dengan kecepatan transfer data yang tinggi dan eror yang sangat kecil. Lingkup area yang biasa digunakan untuk membangun sebuah LAN adalah satu ruangan dalam sebuah gedung, beberapa ruangan dalam satu gedung, atau beberapa lantai dalam satu gedung.
LAN mulai digunakan sekitar tahun 1970 dan sekarng telah berkembang dengan sangat pesat serta banyak digunakan, baik untuk mendukung bisnis maupun lingkungan akademis, Pesatnya perkembangan LAN merupakan pengaruh dari kemampuan dan kemudahan yang akan di dapat oleh pengguna. Beberapa kemampuan dan kemudahan yang akan didapat dari pengguna LAN misalnya kemampuan berbagi data, berbagai printer, dan berbagai koneksi internet serta layanan lainnya.
 Untuk lebih mengenal jaringan LAN, kita sangat perlu mengeti konsep dasar yang digunakan dalam membangun sebuah LAN.
Pada bab ini kita akan membahas beberapa konsep dasar dalam membangun LAN, meliputi :

1. Topologi Jaringan
    Sebuah jaringan LAN biasanya akan terdiri atas beberapa device (peralatan) sebagai berikut :
    - Komputer Server (biasanya dua sampai tiga komputer server)
    - Komputer Workstation (biasanya 5 sampai 100 komputer)
    - Network Interface Card (NIC)
    - Cable
    - HUB (conentrator)
    - Printer, dan Peripheral komputer lainya.
    Pada jaringan LAN, komputer server, komputer workstation, printer, dan peripheral lainnya sering dikenal  sebagai node (titik). dengan menggunak NIC, Cable, dan Hub maka node-node ini akan dapat saling berkomunikasi. Penempatan node-node dalam ruangan dan bagaimana node-node ini berkomunikasi ditentukan dengan topologi yang dipilih. Topologi bisa diartikan sebagai konfigurasi atau design tampilan (physical) maupun acces method (logical) yang digunkan untuk membangu LAN. Secara umum, topologi yang digunakan pada LAN ada empat jenis, yaitu Bus/Tree, Star, Ring, dan Wireless.

2. OSI Model
International Organization for Standardizination (ISO) pada tahun 1977 membuat sebuah model referensi, yaitu Open System Interconnection. Model OSI dikatakan open system architecture karena model ini menghubungkan komunikasi terbuka. komputer yang terhubung tidak harus menggunakan pabrikan dan sistem operasi yang sama.

3. TCP/IP data.
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah standar industri protokol yang didesign untuk Wide Area Network (WAN). TCP/IP adala kumpulan protokol yang di gunakan untuk menghubungkan komputer-komputer yang ada di seluruh dunia. Model ini tidak sama dengan OSI Model meskipun keduanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebagai fasilitator komunikasi antara dua pabrikan komputer dan model komputer, serta operating system yang berbeda. TCP/IP Model terdiri atas empat layer seperti di bawah ini :

a. Application Layer
Layer ini terdiri atas aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan melalui jaringan seperti HTTP, FTP, SMTP, Telnet, dan DNS. Bila di bandingkan dengan OSI Layer ini merupakan gabungan dari Application Layer dengan Presentation layer dan Session Layer. Pada Layer ini akan terjadi data compressed dan data uncompressed.

b. Transport Layer
Protokol Transport menyediakan sesi komunikasi antara dua komputer. Layer ini akan mendefinisikan layanan transport yang di gunakan, yaitu menggunakan connection oriented (TCP) atau connectionless datagram-oriented (UDP). TCP akan digunakan untuk applikasi yang memerlukan acknowledgement untuk data yang diterima. TCP banyak digunakan untuk aplikasi yang mengirim data dalam jumlah besar. sebaliknya, UDP bersifat Connectionless communications dan tidak memberi garansi tehadap paket data yang  dikirim. UDP banyak digunakan untuk aplikasi yang mengirim data dalam jumlah kecil.

c. Internet Layer
Protocol Internet melakukan enskapsulasi paket data menjadi internet datagram dan melakukan semua algoritma routing. Fungsi Routing yang dilakukan memungkinkan sebuah komputer dapat berkomunikasi dengan komputer di jaringan lain. Protokol yang bekerja di layer ini adalah Address Resolution Protocol (ARP), Reverse Address Resolution Protocol (RARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), Internet Group Management Protocol (IGMP), dan Internet Protocol (IP).

d. Network Interface Layer
Layer ini berada di bagian paling bawah TPC/IP Model. Fungsi Layer ini sama dengan fungsi yang dilakukan oleh Data Link dan Physical layer di OSI Model. Network Interface Layer bertanggung jawab mengirim dan menerima frame dari jaringan.

0 komentar:

Posting Komentar

Pengenalan LAN (Local Area Network)

Local Area Network adalah jaringan komunikasi yang menghubungkan berbagai peralatan komunikasi pada lingkup area yang terbatas. Pada jaringan LAN, data di-broadcast dengan kecepatan transfer data yang tinggi dan eror yang sangat kecil. Lingkup area yang biasa digunakan untuk membangun sebuah LAN adalah satu ruangan dalam sebuah gedung, beberapa ruangan dalam satu gedung, atau beberapa lantai dalam satu gedung.
LAN mulai digunakan sekitar tahun 1970 dan sekarng telah berkembang dengan sangat pesat serta banyak digunakan, baik untuk mendukung bisnis maupun lingkungan akademis, Pesatnya perkembangan LAN merupakan pengaruh dari kemampuan dan kemudahan yang akan di dapat oleh pengguna. Beberapa kemampuan dan kemudahan yang akan didapat dari pengguna LAN misalnya kemampuan berbagi data, berbagai printer, dan berbagai koneksi internet serta layanan lainnya.
 Untuk lebih mengenal jaringan LAN, kita sangat perlu mengeti konsep dasar yang digunakan dalam membangun sebuah LAN.
Pada bab ini kita akan membahas beberapa konsep dasar dalam membangun LAN, meliputi :

1. Topologi Jaringan
    Sebuah jaringan LAN biasanya akan terdiri atas beberapa device (peralatan) sebagai berikut :
    - Komputer Server (biasanya dua sampai tiga komputer server)
    - Komputer Workstation (biasanya 5 sampai 100 komputer)
    - Network Interface Card (NIC)
    - Cable
    - HUB (conentrator)
    - Printer, dan Peripheral komputer lainya.
    Pada jaringan LAN, komputer server, komputer workstation, printer, dan peripheral lainnya sering dikenal  sebagai node (titik). dengan menggunak NIC, Cable, dan Hub maka node-node ini akan dapat saling berkomunikasi. Penempatan node-node dalam ruangan dan bagaimana node-node ini berkomunikasi ditentukan dengan topologi yang dipilih. Topologi bisa diartikan sebagai konfigurasi atau design tampilan (physical) maupun acces method (logical) yang digunkan untuk membangu LAN. Secara umum, topologi yang digunakan pada LAN ada empat jenis, yaitu Bus/Tree, Star, Ring, dan Wireless.

2. OSI Model
International Organization for Standardizination (ISO) pada tahun 1977 membuat sebuah model referensi, yaitu Open System Interconnection. Model OSI dikatakan open system architecture karena model ini menghubungkan komunikasi terbuka. komputer yang terhubung tidak harus menggunakan pabrikan dan sistem operasi yang sama.

3. TCP/IP data.
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah standar industri protokol yang didesign untuk Wide Area Network (WAN). TCP/IP adala kumpulan protokol yang di gunakan untuk menghubungkan komputer-komputer yang ada di seluruh dunia. Model ini tidak sama dengan OSI Model meskipun keduanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebagai fasilitator komunikasi antara dua pabrikan komputer dan model komputer, serta operating system yang berbeda. TCP/IP Model terdiri atas empat layer seperti di bawah ini :

a. Application Layer
Layer ini terdiri atas aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan melalui jaringan seperti HTTP, FTP, SMTP, Telnet, dan DNS. Bila di bandingkan dengan OSI Layer ini merupakan gabungan dari Application Layer dengan Presentation layer dan Session Layer. Pada Layer ini akan terjadi data compressed dan data uncompressed.

b. Transport Layer
Protokol Transport menyediakan sesi komunikasi antara dua komputer. Layer ini akan mendefinisikan layanan transport yang di gunakan, yaitu menggunakan connection oriented (TCP) atau connectionless datagram-oriented (UDP). TCP akan digunakan untuk applikasi yang memerlukan acknowledgement untuk data yang diterima. TCP banyak digunakan untuk aplikasi yang mengirim data dalam jumlah besar. sebaliknya, UDP bersifat Connectionless communications dan tidak memberi garansi tehadap paket data yang  dikirim. UDP banyak digunakan untuk aplikasi yang mengirim data dalam jumlah kecil.

c. Internet Layer
Protocol Internet melakukan enskapsulasi paket data menjadi internet datagram dan melakukan semua algoritma routing. Fungsi Routing yang dilakukan memungkinkan sebuah komputer dapat berkomunikasi dengan komputer di jaringan lain. Protokol yang bekerja di layer ini adalah Address Resolution Protocol (ARP), Reverse Address Resolution Protocol (RARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), Internet Group Management Protocol (IGMP), dan Internet Protocol (IP).

d. Network Interface Layer
Layer ini berada di bagian paling bawah TPC/IP Model. Fungsi Layer ini sama dengan fungsi yang dilakukan oleh Data Link dan Physical layer di OSI Model. Network Interface Layer bertanggung jawab mengirim dan menerima frame dari jaringan.

  • samgoy

0 komentar:

Posting Komentar